• SMP PLUS AL KOHAR TAROGONG KIDUL
  • Sekolah Penggerak - Taat, Hebat, Bermartabat

SMP Plus Al Kohar Laksanakan Workshop Riviu KOSP dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU Sisdiknas/2003). Pemerintah pusat menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum yang menjadi acuan untuk pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan.

Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

Komponen dalam kurikulum operasional ini disusun untuk membantu proses berpikir dan mengembangkan satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala guna disesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan peserta didik.

Berdasarkan hal tersebut di atas, SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul melaksanakan Workshop Riviu KOSP dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka, pada Selasa-Rabu, 5-6 Juli 2022 yang diikuti oleh seluruh pendidik yang tergabung dalam Komite Pembelajaran.

Pada hari pertama workshop diawali dengan pelaksanaan Pre-test dengan tujuan pemetaan pemahaman awal peserta terkait materi Workshop. Sesaat setelah selesai pre-test, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh pak Saepuloh, S.Pd., Gr. selaku Kepala SMP Plus Al Kohar terkait Orientasi Program Sekolah Penggerak, Pelaksanaan Workshop, serta Refleksi Pembelajaran Paradigma Baru/Kurikulum Merdeka.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Program Sekolah Penggerak terdiri dari lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan, diantaranya:

1. Pendampingan konsultatif dan asimetris. Program kemitraan antara Kemendikbud dan pemerintah daerah dimana Kemendikbud memberikan pendampingan implementasi Sekolah Penggerak;

2. Penguatan SDM Sekolah. Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif (coaching) one to one dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemdikbud. Selain itu adanya Forum Pemangku Kepentingan dan Penguatan Komite Pembelajaran;

3. Pembelajaran dengan paradigma baru. Pembelajaran dengan paradigma baru dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran yang terdiferensiasi sehingga setiap siswa belajar sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya;

4. Perencanaan berbasis data. Manajemen berbasis sekolah, perencanaan berdasarkan refleksi diri sekolah (rapor pendidikan) yang bersumber dari hasil Asesmen Nasional dan Dapodik;

5. Digitalisasi Sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized. Selama setahun terakhir, SMP Plus Al Kohar telah melaksanakan digitalisasi sekolah berupa Sistem Informasi Manajemen Sekolah berbasis web dengan domain sch.id, Aplikasi Pijar Sekolah untuk pelaksanaan Asesmen, dan penggunaan Rapor SP untuk pengolahan nilai, serta Digitalisasi Perpustakaan yang sedang dalam proses pengembangan.

Tujuan Sekolah Penggerak diantaranya:

  1. Sebagai Katalisator Transformasi Pendidikan;
  2. Percontohan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM); dan
  3. Narasumber berbagi Praktik baik untuk sekolah (IKM).

Sementara untuk tujuan diadakannya Workshop diantaranya adalah:

  1. Mendapatkan ilmu baru (filosofi gelas kosong);
  2. Tindak lanjut atas catatan hasil evaluasi TA 2021/2022; dan
  3. Mereview dokumen yang ada untuk lebih diperkaya.

Untuk Refleksi Pembelajaran Paradigma Baru/Kurikulum Merdeka diantaranya adalah:

  1. Pembelajaran Merdeka dan Memerdekakan;
  2. Pembelajaran Sepanjang Hayat; dan
  3. Analisis Satuan Pendidikan.

Materi dilanjutkan dengan paparan Perencanaan Berbasis Data dan Rapor Pendidikan, yang masih disampaikan oleh pak Saepuloh dengan tujuan Peserta memahami prinsip, tujuan dan metode perencanaan berbasis data, kerangka dan struktur profil Pendidikan dan Indikator dalam profil Pendidikan.

Rapor Pendidikan menampilkan data kualitas satuan pendidikan atau daerah yang didapat dari berbagai asesmen atau survei nasional. Sebagai bentuk penyempurnaan dari Rapor Mutu, Rapor Pendidikan diharapkan bisa menjadi acuan untuk mengidentifikasi, merefleksi, dan membenahi kualitas pendidikan Indonesia secara menyeluruh.

Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai penyempurnaan rapor mutu sebelumnya. Kebijakan evaluasi sistem pendidikan yang baru lebih menekankan pada orientasi terhadap mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi.

Apa perbedaan Rapor Mutu dengan Rapor Pendidikan?

Rapor Mutu

  • Mengukur 8 indikator capaian pendidikan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan,
  • Data bersumber dari data Dapodik dan juga hasil pengisian (input) langsung oleh satuan pendidikan melalui aplikasi EDS.

Rapor Pendidikan

  • Mengukur indikator yang disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan. Indikator tersebut diturunkan dari 8 Standar Nasional Pendidikan,
  • Satuan pendidikan tidak melakukan pengisian (input) data ke aplikasi, namun data diambil dari berbagai sistem dan sumber data yang sudah ada, seperti Dapodik, SIMPKB, AN, BPS, dan sumber lain yang relevan.

Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data adalah bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar untuk memastikan pendidikan berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia. Identifikasi, Refleksi, dan Benahi.

Acara dihentikan sejenak untuk sekedar Coffee Break, agar semangat kembali menggelora dan pikiran kembali segar.

Materi selanjutnya adalah tentang Riviu KOSP Bagian 1: Analisis karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, tujuan satuan pendidikan dengan tujuan Peserta mengidentifikasi keterkaitan antara profil lulusan dengan visi dan misi sekolah, program dan pembelajaran di kelas. Peserta menginvestigasi sumberdaya dan tantangan pada suatu wilayah untuk merancang projek penguatan profil pelajar pancasila pada sebuah satuan pendidikan, yang disampaikan oleh Pengawas SMP Ibu Puspa Puspitasari, M.Pd.

Dalam paparannya beliau menyampaikan secara detail tentang bagaimana menyusun pedoman penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan karakterisik dan kebutuhan satuan pendidikan, dimana Kurikulum operasional yang dikembangkan menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah. Dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum operasional, satuan pendidikan sebaiknya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk siswa, komite sekolah, industri, dan masyarakat.

Komponen KOSP diantaranya:

  1. Karakteristik Satuan Pendidikan;
  2. Visi, Misi, dan Tujuan;
  3. Pengorganisasian Pembelajaran; dan
  4. Perencanaan Pembelajaran; 

Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan diantaranya:

1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah;
2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB);
3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami;
4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual; dan
5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra,
serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

Sebelum mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, sekolah perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan. 

Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar:

  • Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
  • Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan pendidikan
  • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
  • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi

Dari empat pilihan Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan, sebagai contoh kita ambil pilihan 3, maka gambaran analisisnya adalah sebagai berikut:

Data yang disiapkan salah satunya adalah Rapor Pendidikan yang bisa diunduh di laman https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/app.

Selanjutnya adalah tentang Visi, Misi dan Tujuan. Secara sederhana harus bisa menggambarkan satuan pendidikan tersebut, sebagai contoh ketika kita mendengar kata Semakin Di Depan, sudah pasti akan tertuju pada salah satu merek kendaraan bermotor yaitu Yamaha. Begitu pula dalam menentukan Visi, Misi dan Tujuan harus bisa menggambarkan satuan pendidikan tersebut, misalnya ketika kita menyebut Taat, Hebat, dan Bermartabat, orang harus yakin bahwa itu SMP Plus Al Kohar.

Rehat sejenak untuk istirahat sholat Dhuhur dan makan siang, materi dilanjutkan dengan pembahasan Riviu KOSP Bagian 2: Pengorganisasian pembelajaran di satuan pendidikan, yang masih disampaikan oleh Pengawas SMP Ibu Puspa Puspitasari, M.Pd. 

Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar, mata pelajaran dan area belajar, kapan mata pelajaran dan area belajar, serta bagaimana mata pelajaran dan area belajar tersebut akan dihantarkan. Pengorganisasian pembelajaran juga meliputi pengaturan mata pelajaran inti dan pilihan (tema-tema), program ekstrakurikuler dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila yang dipelajari dalam satu tahun ajaran.

Berikut Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan

Workshop Riviu KOSP dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka akan dilanjutkan pada Rabu, 6 Juli 2022, dengan pemateri dari Pelatih Ahli.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-4, Habis

Tahapan Validasi TPG di Info GTK Bagi Bapak/Ibu Guru yang baru lulus PPG di tahun berjalan dalam hal ini di tahun kemarin (2024), maka akan baru dibayarkan Tunjangan Profesinya di tahu

01/01/2025 16:46 - Oleh Administrator - Dilihat 70098 kali
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-3

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! lanjutan dari Validasi Info GTK terkait JJM dan Tugas Tambahan Setelah memahami penjelasan di atas, lantas bagaimana proses

31/12/2024 16:56 - Oleh Administrator - Dilihat 15669 kali
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-2

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! Penerbitan Nomor Registrasi Guru (NRG) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Tunjangan

30/12/2024 13:33 - Oleh Administrator - Dilihat 17417 kali
Jika Sudah Lulus PPG (2024), Apakah Pasti Mendapatkan TPG di Tahun Berikutnya (2025)? Bagian-1

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Tahun 2024 sepertinya akan dikenal menjadi tahunnya PPG, karena ditandai dengan lahirnya Transformasi PPG, dimana proses PPG lebih dipermudah, tid

28/12/2024 18:30 - Oleh Administrator - Dilihat 35918 kali
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-3, Habis

Datamu adalah Tanggung Jawabmu Terkadang data pribadi, baik di Dapodik maupun di Dukcapil, seringkali diabaikan karena memang pada saat itu belum dibutuhkan atau belum diperlukan. Keti

11/12/2024 11:50 - Oleh Administrator - Dilihat 1819 kali
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-2

lanjutan dari https://smpplusalkohar.sch.id/read/241/memahami-secara-utuh-surat-edaran-pendaftaran-dan-seleksi-administrasi-ppg-bagi-guru-tertentu-tahun-2024-bagian-ke-1  Ver

09/12/2024 14:14 - Oleh Administrator - Dilihat 1891 kali
Memahami Secara Utuh, Surat Edaran Pendaftaran dan Seleksi Administrasi PPG bagi Guru Tertentu Tahun 2024. Bagian-1

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Salam Literasi! Kamis, 28 November 2024 pada pagi menuju siang, ditemani gerahnya cuaca karena kadang hujan, kadang panas, kadang juga mendung, n

06/12/2024 09:40 - Oleh Administrator - Dilihat 3744 kali
Bagaimana Cara Pemutakhiran Data Calon Peserta PPG di Dapodik? Cek Panduannya Sebagai Berikut!

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Setelah menunggu sekian lama, Surat Edaran tentang Pemutakhiran Data Calon Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), akhirnya resmi dirilis deng

11/06/2024 08:58 - Oleh Administrator - Dilihat 19857 kali
Seleksi Calon Mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2024 Telah Dibuka, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia! Dikutip dari Pengumuman Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No

05/04/2024 07:40 - Oleh Administrator - Dilihat 2242 kali
SMP Plus Al Kohar Berbagi, Wujud Kepedulian Yang Tiada Henti

SMP Plus Al Kohar Tarogong Kidul, pada Senin, 1 April 2024 M/21 Ramadan 1445 H kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan mengambil tema Al Kohar Berbagi, Wujud Kepedulian Yang Tiad

01/04/2024 20:35 - Oleh Administrator - Dilihat 1199 kali